e Buka Jendela Baru: Motivasi
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

Every Moment in Every Breath

Terkisahlah tentang dua orang bersaudara.
Si sulung yang hidup dengan limpahan kekayaan mengguyuri. Setiap hari tak ada hentinya dia bersenang-senang menghamburkan uang. Berpesta bersama teman-temannya, bahkan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar norma-norma.
Di sisi yang lain, sang adik yang hidupnya penuh dengan kebahagian walaupun dia tidaklah sekaya saudaranya. Hari-hari ia lewati bersama orang-orang terkasih, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dicintainya dan takkan berpikir dua kali untuk memberikan bantuan bila ada orang yang membutuhkan pertolongan.
Setiap kejadian baik itu besar hingga hal-hal terkecil dalam hidupnya akan selalu ia syukuri.
Namun akibat perbedaan mencolok dalam hidup mereka tersebut, mengakibatkan hubungan keduanya mulai renggang. Si adik yang tak pernah setuju dengan kehidupan yang dijalani oleh saudaranya, seringkali mencoba untuk mengajak sang kakak kembali ke jalan yang benar, namun sayangnya sang kakak yang tidak dapat menerima nasehat-nasehat adiknya itu akhirnya memberikan respon yang membuat adiknya bersedih. Si kakak yang marah memutuskan hubungan persaudaraan diantara mereka berdua, dia tak pernah ingin bertemu dengan adiknya lagi.
Beberapa tahun kembali berlalu. Ada sebab dan pastinya ada akibat, maka karma itupun datang. Si sulung mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dirinya menjadi buta. Uang yang bertumpuk di rekeningnya pun tak mampu berbuat apa-apa demi mengobati kedua matanya. Kornea mata yang dibutuhkan olehnya untuk dilakukan operasi, tak semudah itu didapatkannya.
Tak bisa menerima kejadian yang menimpanya, berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Namun sepertinya kematian tak ingin mendekati dirinya. Dan keadaan ini memperparah keadaannya yang makin putus asa.
Sang adik yang dulu ditolak olehnya, kini justru hanya dialah yang selalu menemani dan membesarkan hatinya.
Hingga suatu hari dalam keterpurukannya, dokter datang membawa berita gembira untuk si sulung. Mereka telah mendapatkan donor mata, dan operasi pun dapat segera dilakukan.
Betapa bahagianya si sulung dan ia hendak membagi kebahagiaan itu kepada adiknya yang selama ini dia tolak keberadaannya.
Namun alangkah hancur hatinya ketika mengetahui pendonor mata itu tak lain adalah adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan saat hendak menjenguk dirinya.
Inspirational Quote:
"Life is not measured by the number of breaths we take, but by the moments that take our breath away."
 
http://1001motivations.blogspot.com/2009/05/every-moments-in-every-breath.html-breath.html
 
 

Kamis, 15 November 2012

10 Kalimat Motivasi Super Dahsyat

"Jika kamu gagal mempersiapkan maka kamu sedang mempersiapkan kegagalan."
-Benyamin Franklin-














"Hidup ini seperti orang naik sepeda. Supaya bisa seimbang anda harus berjalan."
-Albert Einstein-














"Meskipun kita bebas memilih tindakan tetapi kita tidak bebas memilih konsekuensi tindakan kita."
-Stephen R. Covey-

 










"Kamu tidak bisa mengontrol semua hasil, tetapi bisa mengontrol setiap pilihan yang kamu tentukan selama menjalani proses."
-Stephen C. Paul-

"To make something special, you just need to believe it special."
-Mr. Ping Kungfu Panda I-

 












"Banyak kegagalan di dalam hidup ini di karenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah."
-Thomas A. Edison-












"Orang pesimis melihat kesulitan dari setiap peluang sementara orang optimis melihat peluang dari setiap kesulitan."
-I.P. Jack-

"Sebutlah marga, suku, kelompok, keluarga dan siapapun juga, tetapi kamu hanya butuh satu orang, yaitu dirimu."
-Jane Howard-

"Maafkanlah musuh-musuh anda, tetapi jangan pernah melupakan nama-namanya."
-John F. Kennedy-

 









"Jangan segan mengulurkan tangan anda. Tapi jangan anda enggan menjabat tangan orang lain yang datang pada anda."
-Paus Jhon XXII-


Selasa, 13 November 2012

Kodok, Ikan & Burung

Suatu ketika, di sebuah sekolah, terdapat tiga orang murid, yaitu Kodok, Ikan dan Burung. Mereka bertiga masing-masing memiliki keahlian tersendiri. Ada tiga keahlian yang dipelajari di sekolah tersebut, yaitu meloncat, menyelam dan terbang. Pada hari pertama, murid-murid tersebut diajarkan meloncat, tentu saja yang paling pandai meloncat adalah Kodok. Ikan dan Burung sekuat tenaga mencoba untuk belajar meloncat. Akhirnya, dengan susah payah Ikan dan Burung berhasil meloncat. Hari kedua, sang guru mengajarkan mereka untuk menyelam. Dan tentu saja, Ikan adalah yang paling lama menyelam di dalam air. Namun, dengan susah payah akhirnya Kodok dan Burung berhasil menyelam seperti Ikan. Di hari ketiga, murid-murid tersebut belajar terbang. Burung tentu saja adalah yang paling pandai. Namun, lagi-lagi, walaupun dengan sangat susah payah dan menghabiskan banyak tenaga, Kodok dan Ikan berhasil terbang. Akhirnya, di sekolah tersebut diadakan ujian akhir. Setiap murid diharuskan memperagakan keahlian yang telah diajarkan kepada mereka. Yang pertama mendapatkan kesempatan adalah Kodok, dengan wajah muram Kodok maju. Namun, ternyata ia tidak bisa memperagakan satupun keahlian yang telah ia pelajari, termasuk meloncat. Sekarang adalah giliran Ikan, dengan mata merah dan sayu, Ikan melangkah maju ke depan. Dia mencoba memperagakan keahlian yang telah ia pelajari. Dan ternyata, Ikan juga tidak berhasil termasuk dalam berenang. Burung adalah yang mendapatkan kesempatan terakhir. Dengan sayap yang lemah, kicauan yang hampir tak terdengar dan kantung mata yang tebal ia mencoba untuk mengepakkan sayapnya. Walaupun sudah dengan susah payah dan usaha yang keras, burung tetap tidak bisa terbang. Lalu, ia mencoba berenang dan meloncat, namun hasilnya tetap nihil. Dan akhirnya, tidak ada satupun dari murid-murid tersebut yang berhasil lulus ujian. *** Jadi, sesuatu yang terlalu dipaksakan tidak akan menimbulkan hasil yang baik. Walaupun pada awalnya kita telah memiliki suatu keahlian, namun apabila kita memaksakan diri untuk memiliki semua keahlian yang dimiliki orang lain, kita tidak akan punya waktu yang cukup untuk BERHASIL.

Three Nice Stories

Cerita ini saya dapatkan dari teman saya Sefri :)

  1. Suatu ketika, semua penduduk desa berdoa memohon hujan. Pada hari semua orang berkumpul untuk memmohon doa, hanya satu bocah laki-laki yang membawa payung...itulah KEYAKINAN.
  2. Teladan dari seorang bayi satu tahun. Ketika anda melemparkannya ke udara, dia tertawa karena dia tahu anda akan menangkapnya kembali...itulah KEPERCAYAAN.
  3. Setiap malam, saat kita tidur, kita tidak tahu apakah masih hidup saat bangun esok. Tapi, kita masih punya rencana untuk esok hari..itulah HARAPAN.

Sabtu, 10 November 2012

Kulit Sapi


Alkisah...Disebuah kerajaan pada masa entah berantah, hiduplah seorang maharaja. Suatu hari, ia ingin melihat rakyatnya dengan berjalan kaki. Namun, baru beberapa meter kaki maharaja sudah berdarah karena terantuk batu di jalan. Ia kemudian mengumpulkan semua pembesar kerajaan....."jalan kerajaan jelek. Aku ingin semua jalan di kerajaan dilapisi oleh kulit sapi," titah sang raja. Maka, dikmpulkanlah semua sapi yg ada di kerajaan. Nantinya sapi-sapi itu disembelih dan akan diambil kulitnya. Kulit sapi akan dihamparkan untuk melapisi jalan-jalan kerajaan yg akan dilewati sang raja...Ditengah kesibukan itu, datanglah menghadap raja seorang pria. Ia berkata pada sang raja....."wahai paduka raja, mengapa engkau harus memotong ribuan sapi untuk mngambil kulitnya dan digunakan untuk melapisi jalan di kerajaan ini, padahal yang paduka butuhkan hanya dua potong kulit sapi untuk melapisi kaki paduka."