e Buka Jendela Baru: Puisi
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2013

KITA

Allah telah mempermudah jalur pendakian kita menuju puncak bukit..
Meski awalnya kita sempat jatuh, tapi karena doa-doa itu, kita bisa bangkit, meneruskan perjalanan kita dan menyusul pendaki yang awalnya telah berada jauh di depan kita..

Tapi ingat kawan..
Kita baru berada di puncak BUKIT.
Allah baru memberikan puncak bukit itu pada kita.
Masih ada GUNUNG yang harus kita daki di depan sana
Tentu saja dengan medan yang lebih berat dan panjang.
Kita tidak bisa hanya sekedar melompat dari puncak bukit untuk sampai ke puncak gunung.
Tentu saja kita harus menuruni puncak bukit itu dengan lebih hati-hati dan seimbang agar kita tidak tergelincir dari atasnya.

Dan setelah itu, kita baru bisa memulai pendakian menuju puncak gunung tujuan kita.
Perhatikan dan percepat langakahmu teman,
Karena banyak orang di luar sana yang mungkin telah terlebih dahulu memulai pendakian mereka menuju gunung itu.
Sedangkan kita baru akan memulai menuruni bukit kita,..

Ingat! Percepat langkah kita teman...
Allah pasti akan memudahkan jalan kita...

Kamis, 06 Desember 2012

Bayang (Poem)

Bahkan langit sendu..
Angin tak semilir biasa
Awan tak putih
Bahkan air tanpa riak

Mampu bukan biasa
Tentang langit
Angin
Awan dan air
dan apa yang merubahnya

Tentang mimpi pada langit
Harapan pada angin
Cita, cinta, air pada awan

Ini langit dan angin
bersama air mendamba awan

Ini mimpi pada cinta...

*Salwa Darin Luqyana*

Rabu, 05 Desember 2012

Aku dan Lautanku (Poem)

Ada kita...
Dia
Aku

Sekedar rasa ingin tahu
tak lebih dari itu..
Tidak bermaksud mengingkari atau menolak
Tidak mengenyahkan
Tidak menganggap ada
dan melupakan...

Merasakannya layak menaburkan garam pada lautan
Terasa sia-sia, namun berharga
Butuh lebih banyak garam untuk membuatnya lebih bermakna
Bahkan jika rasanya tak berubah, maka garam  tetap didapat dari lautan

Ini bukan hanya tentang lautan
Ini adalah lautan dan apa yang mengeruhkannya
Ini riak, gemuruh putih,  terasa pekat dalam diri

Ini..
Aku
Dia
dan kita


-Salwa Darin Luqyana dan Luliana Ukan-


Jumat, 16 November 2012

Balada Hati (Poem)

Semuanya terasa amat biasa..
Berjalan apa adanya sampai kita berada pada suatu pengingkaran.

Aku tahu semuanya, lebih dahulu dari apa yang aku rasakan sekarang. Bukankah aku pernah mengatakan sebelumnya? 

Sekarang, kata itu sama sekali tak berarti.

Keyakinan untuk mengingkari semua itu memang pilihan tepat.

Kesempatan bahkan akan sia-sia, bukan karena tak bisa tapi karena tak mau.

Bukan melepaskan, tapi mengikhlaskan.

Jika kembali, maka itu memang milikku, tapi jika pergi, maka aku benar dengan semua perasaan itu.

Pengingkaran itu tak salah, hanya bagaimana mengendalikannya yang sulit.

Kalian, kalian berdua sangat tahu.

Aku pun tahu, aku akan lebih baik dalam pengingkaranku sendiri....


*Salwa Darin Luqyana*


Remember When (Poem)

Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna: bukankah sia-sia jika menggelapkan warnanya?
Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan diriku.
Tidak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi.
Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu, saat kau berkata "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia.
Mungkinkah kata-katamu itu ambigu?
Atau aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

"Aku mencintaimu", katamu.
Mengertikah kau apa artinya? Kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas, kau, aku, tahu itu.

*Winna Efendi*


Strange Feeling


Please stay here for one time. it's hurt to make it go.
This feeling that I can't control it.
I lose my confidence.

No one know about it,
No one care and No one try to clear it all.

Their eyes didn't show anything.
They can only hear without being able to understand.

Sometimes, it's better to be silent than explain to them


Strange feeling.
But that's the reality.